Para pemilik mobil pasti menginginkan tunggangannya tampil bersih, berkilau, seperti baru. Tentu akan menjadi masalah, jika mobil kesayangan mengalami lecet atau tergores, oleh-oleh berlalu lintas di kondisi yang padat.
Namun, jangan panik. Sebenarnya, goresan kecil dapat diatasi dengan berbagai alat rumahan dan mudah didapatkan. Cara ini, terbilang sudah umum diterapkan banyak pemilik kendaraan.
Menurut Ari, penggawa Puas Motor --bengkel cat mobil dan bengkel mobil-- di bilangan Pondok Bambu, Jakarta Timur, goresan kecil tersebut bisa dihilangkan dengan alat yang mudah dibeli dan murah. Alat yang digunakan untuk menghilangkan goresan tersebut yakni menggunakan amplas, kompon, dan kain halus.
"Gampang, yang harus pertama kali dilakukan itu adalah basahi bodi mobil," katanya saat ditemui
Kedua, lanjut dia, gosok bagian mobil yang terkena goresan tersebut dengan amplas benar-benar tipis dan halus. Amplas halus digunakan agar dimaksud dapat menjaga cat mobil tak rusak jika menggunakan amplas kasar.
"Setelah itu, haluskan pakai kompon. (Fungsi kompon) Supaya halus dan meratakan cat yang bagian terkena goresan," ujar dia.
Lebih lanjut, setelah beberapa tahapan tersebut selesai. Lalu lap dengan kain yang berwarna putih dan lembut. "Kenapa pakai lap yang putih dan lembut, karena kalau pakai lap yang berwarna, bisa menempel ke bagian mobil. Supaya tidak terjadi, pakai lap halus dan putih saja," ujarnya.
Untuk membersihkan goresan mobil dengan singkat, Anda tidak perlu mengeluarkan kocek dalam-dalam. Untuk kompon ukuran kecil harganya hanya sekira Rp10 ribu saja, sementara untuk amplas hanya Rp5 ribuan. Selamat mencoba.
Monday, May 30, 2016
Inilah 10 Negara Kaya, Aman, Sehat, dan Bahagia
Setiap tahun, Legatum Institute,
sebuah organisasi yang berbasis di London, Inggris mengeluarkan laporan
tahunan tentang Survei Prosperity Index, sebuah survei yang menempati
peringkat negara paling makmur di dunia.
Dilansir dari BusinessInsider, Senin 30 Mei 2016, jumlah uang suatu negara menjadi salah satu faktor kemakmuran, tetapi Legatum Institute menganggap lebih dari itu dalam membuat peringkatnya.
Organisasi membandingkan 89 variabel. Variabel-variabel ini mencakup indikator tradisional seperti produk domestik bruto per kapita dan jumlah orang dalam pekerjaan penuh waktu, tetapi juga sesuatu yang lebih menarik seperti jumlah server internet yang aman di suatu negara, dan seberapa banyak orang beristirahat setiap harinya.
Variabel itu kemudian dibagi menjadi delapan sub-indeks meliputi: ekonomi, kewirausahaan dan kesempatan, tata kelola, pendidikan, kesehatan, keselamatan dan keamanan, kebebasan pribadi, dan modal sosial. Berikut adalah negara-negara performa teratas berdasarkan hasil survei Legatum Institute:
10. Irlandia
Irlandia melonjak dua tempat dalam indeks tahun ini, penilaian ini berkat keselamatan dan keamanan negara tersebut yang dinilai sangat baik.
9. Finlandia
Finlandia, mendapat peringkat terbaik untuk kinerja pemerintahannya di dunia.
8. Belanda
Mendapatkan satu tempat dalam indeks tahun ini, Belanda berada di peringkat tinggi dalam pendidikan, kesehatan, dan kebebasan pribadi.
7. Australia
Negara ini menempati peringkat ketujuh selama tiga tahun berturut-turut, dan tahun ini berdasarkan indeks kesejahteraan negara ini dinilai memiliki sistem pendidikan yang terbaik di dunia.
6. Kanada
Menurut Indeks Kemakmuran, Kanada adalah negara yang menjanjikan kebebasan. Setiap warga negara menikmati kebebasannya.
5. Swedia
Swedia menempati posisi ke lima berkat kewirausahaan dan kesempatan kerja. Hal itu membantu negara memperoleh satu tempat dalam indeks tahun ini.
4. Selandia Baru
Jiwa sosial yang kuat dan keterlibatan masyarakat membuat Selandia baru mendapat peringkat terbaik di dunia dan dinilai sebagai bangsa non-Eropa yang paling makmur.
3. Denmark
Warga Denmark dapat menikmati pendidikan tingkat atas, dan mosal sosial yang tinggi. Kalau bukan karena skor kesehatan yang relatif miskin (16), negara itu mungkin menempati peringkat atas seluruh Indeks tahun ini.
2. Swiss
Swiss mendapat peringkat yang baik dari indeks Indeks Kemakmuran selama tiga tahun berturut-turut.
1. Norwegia
Negara Skandinavia ini menempati posisi puncak Indeks Kesejahteraan, setelah tahun lalu 2015 menempati posisi yang sama. Norwegia merupakan satu-satunya negara yang mendapat nilai di atas 10 di setiap subindex.
Dilansir dari BusinessInsider, Senin 30 Mei 2016, jumlah uang suatu negara menjadi salah satu faktor kemakmuran, tetapi Legatum Institute menganggap lebih dari itu dalam membuat peringkatnya.
Organisasi membandingkan 89 variabel. Variabel-variabel ini mencakup indikator tradisional seperti produk domestik bruto per kapita dan jumlah orang dalam pekerjaan penuh waktu, tetapi juga sesuatu yang lebih menarik seperti jumlah server internet yang aman di suatu negara, dan seberapa banyak orang beristirahat setiap harinya.
Variabel itu kemudian dibagi menjadi delapan sub-indeks meliputi: ekonomi, kewirausahaan dan kesempatan, tata kelola, pendidikan, kesehatan, keselamatan dan keamanan, kebebasan pribadi, dan modal sosial. Berikut adalah negara-negara performa teratas berdasarkan hasil survei Legatum Institute:
10. Irlandia
Irlandia melonjak dua tempat dalam indeks tahun ini, penilaian ini berkat keselamatan dan keamanan negara tersebut yang dinilai sangat baik.
9. Finlandia
Finlandia, mendapat peringkat terbaik untuk kinerja pemerintahannya di dunia.
8. Belanda
Mendapatkan satu tempat dalam indeks tahun ini, Belanda berada di peringkat tinggi dalam pendidikan, kesehatan, dan kebebasan pribadi.
7. Australia
Negara ini menempati peringkat ketujuh selama tiga tahun berturut-turut, dan tahun ini berdasarkan indeks kesejahteraan negara ini dinilai memiliki sistem pendidikan yang terbaik di dunia.
6. Kanada
Menurut Indeks Kemakmuran, Kanada adalah negara yang menjanjikan kebebasan. Setiap warga negara menikmati kebebasannya.
5. Swedia
Swedia menempati posisi ke lima berkat kewirausahaan dan kesempatan kerja. Hal itu membantu negara memperoleh satu tempat dalam indeks tahun ini.
4. Selandia Baru
Jiwa sosial yang kuat dan keterlibatan masyarakat membuat Selandia baru mendapat peringkat terbaik di dunia dan dinilai sebagai bangsa non-Eropa yang paling makmur.
3. Denmark
Warga Denmark dapat menikmati pendidikan tingkat atas, dan mosal sosial yang tinggi. Kalau bukan karena skor kesehatan yang relatif miskin (16), negara itu mungkin menempati peringkat atas seluruh Indeks tahun ini.
2. Swiss
Swiss mendapat peringkat yang baik dari indeks Indeks Kemakmuran selama tiga tahun berturut-turut.
1. Norwegia
Negara Skandinavia ini menempati posisi puncak Indeks Kesejahteraan, setelah tahun lalu 2015 menempati posisi yang sama. Norwegia merupakan satu-satunya negara yang mendapat nilai di atas 10 di setiap subindex.
Kebiasaan menggigit kuku dapat menurunkan IQ
Pernahkah terbesit dalam benak Anda bahwa ternyata kebiasaan menggigit
kuku dapat menurunkan IQ? Hal ini terutama sangat mempengaruhi tumbuh
kembang anak. Memiliki anak merupakan anugerah terindah bagi seluruh
anggota keluarga, khususnya bagi sepasang suami istri yang sudah
mendambakan kehadiran seorang anak ditengah-tengah keluarga mereka.
Namun semakin besar seorang anak, makin semakin besar pula tanggung
jawab orang tua untuk membesarkan anak tersebut agar menjadi anak yang
berguna bagi nusa dan bangsa. Sebelum melangkah lebih jauh tentang
bagaimana mengasuh anak yang baik, pecinta kumpulan misteri mungkin baru
mendengar kabar yang mengatakan bahwa menggigit kuku bisa menurunkan
tingkat IQ anak. Mengapa bisa begitu?
Kebiasaan mengigit kuku yang buruk
Banyak anak kecil yang setidaknya pernah melakukan kebiasaan menggigit
benda-benda untuk dimasukkan kedalam mulutnya seperti pensil, pulpen,
mainan, dan sebagainya. Ketika sang anak beranjak besar, mulailah
kebiasaan menggigit tersebut berkurang atau malah bisa berganti menjadi
kebiasaan menggigit kuku. Kebiasaan untuk menggigit kuku ini biasanya
dilakukan ketika seseorang sedang merasa stress, senang, bosan, atau
yang lebih parah lagi karena sedang tidak ada kegiatan saja. Kebiasaan
mengigit kuku merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan secara tidak
sadar yang juga bisa termasuk kedalam perilaku yang menimbulkan
kecemasan. Kebiasaan menggigit kuku bisa jadi merupakan kebiasaan yang
sifatnya turun-temurun dari anggota keluarga. Selain mengigit kuku,
kebiasaan lain yang juga bisa diturunkan adalah kebiasaan untuk
menggaruk hidung, memainkan rambut, atau menggertakkan gigi. Pelaku yang
biasa melakukan kegiatan tersebut adalah anak-anak dan remaja.
Hubungan antara kandungan timah dengan kebiasaan mengigit kuku
Pendapat mengenai kebiasaan menggigit kuku dapat menurunkan IQ muncul
ketika ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan
Rusia yang menyoroti kebiasaan menggigit kuku yang bisa mengganggu
intelegensi seorang anak. Pada umumnya, anak-anak suka bermain dan
tempat yang digunakan untuk bermain bisa dimana saja, baik itu didalam
maupun diluar rumah. Karena tempat bermain yang tidak terbatas seperti
itulah, maka anak juga bisa memiliki risiko untuk keracunan timah karena
timah adalah salah satu logam yang bisa menumpuk dengan mudah dibawah
kuku. Kemungkinan untuk keracunan ini bisa diperparah oleh anak yang
memiliki kebiasaan untuk menggigit kukunya, apalgi jika anak memiliki
kebiasaan untuk menggigit kukunya sampai ke bagian kutikula karena bisa
menyebabkan infeksi dan luka. Belum lagi tampilan kuku yang tidak cantik
karena kukunya sudah habis dikuliti, lalu sebenarnya apa keuntungan
yang didapatkan dari mengigit kuku ini?
Satu hal yang perlu Anda garis bawahi adalah paparan timah yang menumpuk
didalam kuku itu bisa semakin parah oleh kebiasaan anak yang suka
mengigit kuku. Timah-timah tersebut bisa masuk kedalam tubuh anak dan
secara tidak langsung akan memengaruhi tumbuh kembang anak, dan memicu
adanya kerusakan sistem pada saraf anak. Timah ini bisa dengan mudah
ditemukan pada debu dan tanah; dua benda yang sangat akrab digunakan
oleh anak sebagai media untuk bermain. Tidak hanya itu, kandungan timah
juga terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Hal ini terjadi apabila
buah-buahan dan sayuran tersebut tidak dicuci dengan baik dan benar.
Kandungan timah berada dimana-mana. Jika Anda ingin mengetahui seberapa
tinggi atau rendahnya kandungan timah yang berada didalam tubuh Anda,
maka Anda bisa melihatnya dengan cara memerhatikan letak rumah. Jika
rumah Anda terletak di pinggir jalan yang berdebu, maka kemungkinan anak
untuk terpapar kandungan timah akan jauh lebih tinggi. Belum lagi jika
anak sering bermain dengan benda-benda yang memiliki kandungan cat yang
cukup banyak.
Mengapa anak suka menggigit kuku?
Beberapa anak mengaku suka menggigit kuku karena beberapa alasan seperti
adanya rasa ingin tahu bagaimana rasanya menggigit kuku itu, atau bisa
juga karena faktor lain seperti mengatasi kebosanan ketika tidak ada
aktivitas, timbulnya rasa cemas, dan untuk menutupi rasa takut akan
suatu hal. Kebiasaan untuk menggigit kuku juga disebut dengan nervous
habit. Nervous habit adalah sebuah kebiasaan yang muncul akibat adanya
perasaan cemas atau gelisah. Kebiasaan ini tentunya tidak baik dan harus
segera diatasi, karena kalau tidak diatasi maka kebiasaan menggigit
kuku ini akan berlangsung sampai anak tumbuh dewasa.
Kebiasaan ini akan berhenti dengan sendirinya hanya jika beberapa syarat
terpenuhi seperti ketika kebiasaan ini tidak dilakukan secara
berlebihan, tidak melukai diri sendiri, dilakukan secara tidak sadar,
atau melakukan kebiasaan tersebut sebagai bentuk respon terhadap hal
tertentu. Namun jika kebiasaan ini tetap berlangsung dalam waktu lama
dan sering dilakukan, ada solusi untuk mengatasinya. Anda bisa bertanya
pada anak apakah ada sesuatu yang membuatnya sering merasa cemas,
gelisah atau takut. Apabila Anda sudah mengetahui masalahnya, bantulah
anak untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku tersebut dab bantulah
dia untuk mengungkapkan kekhawatirannya agar kebiasaan menggigit kuku
tersebut tidak dilakukan lagi di kemudian hari. Buatlah anak menjadi
lebih rileks dan tenang dalam menghadapi masalahnya sehingga kebiasaan
menggigit kuku dapat menurunkan IQ tidak akan terjadi.
Bahaya Meniup Makanan Panas
Pernyataan mengenai bahaya meniup makanan panas sudah mulai banyak
dibahas setelah banyak yang tahu ada hadist nabi yang melarang untuk
meniup makanan ataupun minuman panas yang ada dalam wadah. Nah, supaya
kita semakin jelas dan semakin bisa menghubungkan apa fakta ilmiah
dibalik hadist nabi tersebut kumpulan misteri akan membahasnya hingga
tuntas.
Sebuah hadist riwayat Tirmidzi yang dibenarkan oleh Al-albani mengatakan
bahwa Nabi Muhammad SAW melarang untuk bernafas diatas wadah air atau
meniupnya. Semakin berkembanganya teknologi sains akhirnya sedikit demi
sedikit mulai terkuak mengapa nabi melarang umatnya untuk meniup makanan
panas, berikut 3 penjelasan ilmiahnya.
Asam Karbonat
Penyebab larangan meniup makanan yang pertama ini sangat berhubungan
erat dengan sebuah zat kimia yang disebut asam karbonat. Asam karbonat
atau H2C03 adalah senyawa kimia yang sebenarnya sudah ada didalam tubuh
kita dimana berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah. Semakin
tinggi kandungan asam karbonat dalam darah maka akan semakin asam darah.
Pada normalnya darah memiliki batasan kadar keasaman atau Ph yakni 7,35
sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari ph normal maka
tubuh dapat berada dalam kondisi asidosis. Kondisi asidosis sendiri
cukup berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantungan
ditandai dengan napas menjadi lebih cepat, sesak, pusing karena tubuh
berusaha menyeimbangkan kadar ph darah. Nah, lalu apa hubungannya dengan
meniup makanan panas? Penjelasannya adalah apabila seseorang bernafas
atau meniupkan nafasnya maka dia akan mengeluarkan senyawa kimia C02
atau karbondioksida. Karbondioksida ini pada dasarnya tidak boleh
bersentuhan dengan air, karena jika bersentuhan dengan air yang memiliki
susunan kimia H20 akan membentuk senyawa asam karbonat yang berbahaya
bagi tubuh. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa asam karbonat yang
dihasilkan dari hasil tiupan terhadap makanan dan minuman memiliki
pengaruh yang sangat kecil pada kesehatan tubuh, bukankah lebih baik
kalau kita berusaha menghindarinya? Mencegah tentu lebih baik dari pada
mengobati bukan?
H. Pylori
Bakteri H. Pylori juga memegang peranan penting pada pernyataan
bahayanya meniup makanan atau minuman yang masih panas. Bakteri H.
Pylori adalah bakteri yang menyebabkan gangguan lambung mulai dari luka
kecil hingga membesar menjadi tukak lambung. Yang mengerikan lagi,
bakteri ini dapat dengan mudah menyebar melalui pernafasan. Tentu
gangguan lambung adalah penyakit yang sosialis, siapapun bisa
terjangkit. Akan sangat bahaya sekali jika seseorang yang memiliki
gangguan lambung atau secara tak sadar memiliki gangguan lambung meniup
makanan atau minuman yang akan disajikan pada tamu atau pada anaknya.
Bakteri itu nantinya akan berpindah dan mengontaminasi makanan atau
minuman tersebut dan akhirnya masuk pada tubuh orang lain.
Mikroorganisme
Pernafasan adalah salah satu jalan keluar bagi mikroorganisme, virus dan
bakteri untuk menyebar dan menularkan pada manusia lainnya. Tak hanya
asam karbonat dan bakter H. Pylori saja yang bisa menular dan menyebar
dengan tiupan, tetapi jenis bakteri dan virus lainnya juga bisa
menyebar. Sebut saja virus TBC, virus berbahaya yang terkadang tak
disadari oleh seseorang yang mengidapnya yang akan dengan mudah menular
melalaui droplet dan pernafasan yang intens. Sedangkan makanan atau
minuman adalah sesuatu yang jelas akan masuk kedalam tubuh kita, diserap
apa saja yang terkandung didalamnya termasuk nutrisi dan bakteri yang
terkandung didalamnya.
Kotoran
Kotoran disini diartikan kotoran yang berada di mulut. Mulut adalah
tempat kita menghaluskan semua makanan yang juga dicampur dengan
berbagai enzim untuk membantu menghancurkan makanan. Makanan yang hancur
tak seluruhnya akan masuk kedalam lambung, pastinya ada sisa makanan
yang terselip disela-sela gigi atau menempel di dinding-dinding mulut.
Tentunya hal itu berhubungan dengan adab menyajikan makanan pada tamu
atau orang lain yang sangat tidak sopan jika kita meniupnya. Belum lagi
bakteri yang dengan mudah berpindah dari mulut kita kedalam makanan
hanya karena tiupan kita.
Dari penjelasan diatas tentunya sudah jelas mengapa meniup makanan atau
minuman yang panas sangat tidak dianjurkan. Yang cukup dikhawatirkan
adalah jika makanan atau minuman yang ditiup itu diperuntukan bukan
untuk orang dewasa yang notabene sudah memiliki kekebalan tubuh
maksimal. Melainkan diberikan kepada bayi atau balita yang dimaksudkan
karena si bayi tidak bisa meniup makanannya sendiri. Bayi dan balita
masih berada dalam usia yang rentan terkena penyakit. Sedikit saja ada
kontaminasi asam karbonat atau bakteri lain pasti langsung direspon
tubuh dengan gejala-gejala tak normal seperti diare, demam, muntah atau
yang lain sebagainya.
Lepas dari itu semua memang sebenarnya manusia hidup dikodratkan untuk
sabar dan menikmati kenikmatan yang ada bukan dengan terburu-buru.
Dengan begitu kita akan lebih bisa menryukuri kenikmatan yang diberikan
Tuhan kepada kita.
Subscribe to:
Comments (Atom)