Wednesday, June 8, 2016

Ingin Kaya? Ini Strateginya!

Di berbagai media seperti televisi, media sosial, ataupun surat kabar elektronik; Anda mungkin sudah perah melihat berbagai macam orang kaya di dunia. Satu hal yang menarik dari para orang kaya tersebut adalah tidak seluruhnya berasal dari kalangan selebritis, politikus, dan pengusaha besar yang memang identik dengan memiliki banyak uang.
Tidak perlu jauh-jauh, pernahkah kamu melihat melihat sendiri atau mendengar teman dan rekan kerja yang: bisa berlibur ke tempat jauh seperti luar pulau atau luar negeri, membeli smartphone merek beken yang jelas mahal, atau bahkan memiliki mobil dengan jerih payah sendiri; padahal mereka tidak tampak seperti orang kaya berpenghasilan tinggi? Apa yang sebenarnya menjadi kunci keberhasilan mereka menikmati seluruh ‘hal mewah’ tersebut?

Managing Director dari situs pembanding produk keuangan paling populer di Indonesia HaloMoney.co.id, Jay Broekman, menyatakan bahwa ada dua kunci utama yang dapat membantu seseorang untuk memperoleh kekayaan finansial. Yang pertama adalah menggunakan passion sebagai landasan untuk hidup, sedangkan yang kedua adalah pengelolaan keuangan pribadi.
“Sepintas memang terdengar klise, namun pengelolaan keuangan pribadi  sekecil apapun penghasilanmu merupakan prinsip dasar utama untuk meraih kekayaan finansial. Prinsip yang diterapkan di sini adalah akumulasi nilai sekecil apapun lama kelamaan akan menjadi besar,” kata Jay.
Ada empat strategi pengelolaan keuangan pribadi untuk meraih kekayaan secara finansial.
Strategi yang perlu adalah menabung dengan konsep penyisihan penghasilan, bukan penyisaan penghasilan.
Contohnya, Anda mendapatkan gaji Rp3 juta di akhir bulan Maret dan berencana menabung Rp500 ribu. Dengan konsep penyisihan, maka menyisihkan Rp500 ribu langsung pada saat  menerima gaji tersebut. Sisa gaji Rp 2,5 juta dapat Anda gunakan sesuai keperluan sehari-hari.
Bagaimana dengan konsep penyisaan? Dengan konsep ini, maka Anda akan menggunakan gaji Rp3 juta sehari-hari dan berharap agar di akhir bulan berikutnya akan tersisa Rp500 ribu, yang jarang terjadi secara tepat.
Secara psikologis, ketika  memegang penuh gaji Rp3 juta, maka akan merasa memiliki ‘banyak uang’ untuk digunakan sehari-hari. Jika Anda sudah ‘mengunci’ Rp500 sejak awal, maka tidak perlu takut uang yang sudah disisihkan tersebut terpakai dan  juga akan berusaha untuk tidak mengeluarkan uang lebih dari sisa Rp2,5 juta di alam bawah sadar.

No comments:

Post a Comment